Why the new indonesian’s generation be consumtive human ?

November 25, 2008 at 7:48 am (Uncategorized)

Ironi memang ketika para generasi muda Indonesia saat ini kebanyakan kehilangan kreativitasnya. Ketika para pemuda Indonesia banyak yang kehilangan daya kreativitasnya, maka secara tidak langsung para pemuda Indonesia telah menjadi calon atau bahkan sudah menjadi orang-orang yang bersifat konsumtif tanpa bisa menjadi seorang yang produktif.

Ketika kita ditanya,”kenapa hal ini bisa terjadi?”, pastilah akan timbul banyak hal yang mempengaruhi lingkungan apakah itu pergaulan sehari-hari, masyarakat sekitar, keadaan geologi, agama sampai pada pengaruh keluarga. Semua itu memiliki kemungkinan untuk menjadikan sesorang menjadi konsumtif khususnya anak muda.

Dalah proses para pemuda menuju suatu tingkatan yang dikatakan kebanyakan orang sebagai tingkata ‘DEWASA’, para pemuda akan mendapati pengaruh yang sangat besar dari keluarga, pergaulan serta masyarakat sekitar. Dalam hal ini akan dibahas pengaruh dari tiga aspek tersebut.

KELUARGA – Erat sekali hubungannya dengan perkembangan generasi muda yang dimiliki Indonesia. Kenapa? Karena dapat dipastikan pendidikan pertama kali yang didapat dari seseorang adalah dari keluarga (orang tua, kakak atau anggota keluarga yang lain). Sedangkan tidak semua guru dalam keluarga bisa dan mampu mengajari anak-anaknya dengan baik. Kita tengok permasalahan yang satu ini : ketika para keluarga yang hidupnya mapan membawa anak (balita) mereka berbelanja di supermarket atau hipermarket. Persoalan seperti ini banyak kita jumpai sekarang. Mungkin secara langsung tidak memperlihatkan efek yang negatif, tetapi secara tidak langsung hal itu akan mempengaruhi mentalitas anak. Sifrat konsumtif secara tidak langsung akan tertanam pada diri mereka. Ini adalah salah satu contoh yang paling umum bisa kita lihat ketika kita sedang berada di hypermarket. Sekarang telah terbukti bahwa tidak semua anggota keluarga khususnya orang tua menyadari pendidikan yang telah diberikan kepada anak itu tepat atau kurang tepat.

PERGAULAN – Faktor ini tidak kalah pentingnya dalam perkembangan pemuda di Indonesia. Tidak dapat kita elakkan lagi jika hal ini juga berpengaruh besar ketika para pemuda kita mencari pengalaman diluar keluarga. Teman, pacar atau orang penting (bagi seorang remaja tertentu atau sering disebut idola) tertentu pasti memiliki pengaruh besar dalam perkembangan mental pemuda sehingga turut menentukan sikap para pemuda. Teman-teman yang tidak memiliki kreativitas, hanya mengandalkan uang untuk memenuhi kebutuhannya, para idola yang tanpa diketahui usaha kerasnya akan membawa pengaruh terhadap hilangnya kreativitas dan daya kerja semangat, keinginan dan kemampuan). Kecenderungan para pemuda saat ini meng-kiblat-kan diri mereka kepada artis-artis atau publicfigure tanpa mengetahui dan mengerti akan kerjakerasnya untuk menjadi seorang publicfigure. Meski tidak kesemua pemuda seperti itu, tetapi kebanyakan pemuda menjadi demikian adanya.

MASYARAKAT SEKITAR – Tidak jarang kita temui sebuah lingkungan masyarakat yang didalamnya jarang bahkan tidak ada sama sekali orang-orang yang mau menjadi produsen. Lingkungan masyarakat yang rata-rata berpenghasilan sebagai pegawai kantoran atau pegawai yang bekerja dalam institusi tertentu yang pastinya daya kreativitasnya terbatasi. Disamping itu tingkat egoistis masyarakat jaman sekarang yang semakin tinggi telah memperparah melemahnya mentalitas para pemuda sekarang. “Apakah itu semua benar?”. Hal itu dapat kita buktikan sendiri ketika anda mencari alamat pada suatu perumahan dan salah rumah. Meskipun rumah yang anda tuju ada diselah rumah tersebut, terkadang sang pemilik rumah tidak tahu nama kepala keluarga rumah sebelah. Sungguh Ironi tentunya.

Tingkat konsumtif yang tinggi juga masih bisa dilihat secara global. Sebagaimana kita tau, nilai produk yang di-import oleh Indonesia lebih tinggi daripada nilai eksport-nya. Sedangkan jika terjadi krisis global (dunia), maka negara kita akan ‘megap-megap’ mengatasi hal ini. Jika bangsa bisa mengandalkan dari sisi sektorriil, knapa harus import? Kita sebagai genarsi bangsa ini harus menjawabnya dengan tindakan nyata.

Sebagai warga negara Republik Indonesia yang baik, marilah kita bersama-sama memajukan bangsa kita. Marilah kta menjadi orang-orang yang kreatif di bidangnya masing-masing sehingga dapat menjadi generasi yang memiliki tingkat produktivitas yang tinggi dan tidak cenderung menjadi generasi yang konsumtif.

Advertisement

9 Comments

  1. SAM UBAY said,

    solusinya kurang begitu kena boz… masih terlalu umum.it just my opinian. langkah konkritnya gimana dong …..?
    http://www.samubay.tk

  2. cobiegraph said,

    terima kasih atas komentar dari mas Ubay. Insya Allah di artikel selanjutnya akan ditulis tentang beberapa solusi. Mungkin kepada para pembaca yang lain juga bisa memberi ide tentang bagaimana solusi yang tepat menanggapi masalah ini. Terima Kasih.

    Salam,
    Andy Winarko

  3. Prameswari said,

    Hey, Co…
    Sorry ya baru sempet,,, fiuh! tugas “sa’abrek”!!!!
    Ya’, kita emang butuh anak2 muda kayak kamu neh, Co, pinter dunia Comp. bukan buat nge-Heck aja, tapi juga sarana sharing demi kemajuan bangsa (aku lagi sebel ama para Hecker yang abiz mbobol email aku!!!!) Huh!

    So, that’s great, i think!!! lebih di-balance-in aja antara judul n isinya, jadi buat aku, biar dikit tapi langsung mnuju sasaran……

    Anyways, aku suka ama judul yang kamu ambil!!
    yup, benar kita jauh lebih cenderung konsumtif daripada produktif, emang sih bener kalo’ kodrat kita itu sebagai konsumen III (dlm Biology), tapi udah saatnya kita makin apresiatif atas segala bentuk kemudahan yang kita dapet di jaman sekarang, that’s why we need to create.

    Tapi to be honest, sulit, Co, buat cari inovasi tuh…. asalnya di Indonesia, kita dituntut untuk menguasai berbagai macam subyek (coba flashback ke masa SMA dulu dech!), padahal kita itu diberkahi Tuhan kecerdasan yang lebih cenderung NAMPAK…Gak mungkin lah kita bisa Perfect in anything we do.. Jadinya kita jauh lebih berorientasi pada Hasil Akhir yang BAGUS bukan Proses untuk mencapai hasil itu ndiri, padahal menurut aku Proses itulah fase terpenting yang bisa menumbuhkan suatu kreasi n inovasi baru…

    Hm, aku gak tau kapan ini bakal di-improve, tapi aku bener2 menaruh harapan besar untuk hal ini, Co, sistem kehidupan yang sedang marak banget di masyarakat.

    Good Luck bwt Blog nya,,,,
    keep creating something new ya!!!!

    dwi =)

  4. cobiegraph said,

    wah, mang buener banget apa yang dikatakan sahabatku yang satu ini. Memang seharusnya kita didik sedini mungkin diatas bakat dan minat kta sehingga kita memiliki kemampuan yang spesifik.

    Thanks sahabat atas commentnya…
    ditunggu lagi kunjungannya beserta comments yang membangun lainnya…

    Salam,
    Andy Winarko

  5. cempRutz said,

    kLo q Liat emang skrg niy aNak2 muda SD-SMP-SMA bahkan uda kuLiah pun konsumtif banget,,

    yang lebih prihatin lagi,, anak SD kelas 1 pun uda bergaya kaya artis2,, uda modern,, Hi-Tech,, n bla-bla-bla-

    pake hape aja yang N-series,, entah ortunya yg terlalu kaya (kelebihan duit :D ) atopun karna ortunya yg -workaholic dan gak pernah ada di rumah- kuatir sama anaknya itu, jadi dibeliin deh anaknya hape,, -klo cmn bwt telp n sms aja g perlu hape mahal kan,,,?? hehhe-

    pernah suatu hari Q ktemu serombongan cew SMA naik mobil n dengan pedenya kaca jendela dibuka, entah itu pamer ngliatin yg naik mobil cew2 muda ato mobilnya gak ada ACnya :D ,, ketawa ketiwi,, ngakak2,, pokoknya kLo papasan pasti org akan spontan melihat cew2 itu deh,, :D

    Qta sbgai generasi muda -apalagi yg belum kerja dan hanya bisa ngabisin duit ortu hehehe- hendaknya jgn bersifat konsumtif,, Ingat2 Ting,, :D

    -cempRutz-

  6. dita said,

    Hmmmmm…bener juga…masyarakat indonesia khususnya kaum muda sekarang banyak yang bersikap konsumtif…mungkin hal ini dipengaruhi oleh mentalitas bangsa indonesia yang cenderung menjadi konsumen tanpa mau bersusah-susah berfikir untuk menciptakan sesuatu yang bersifat inovatif..
    harusnya kita jangan terbiasa untuk menjadi kaum plagiator..tp kita harus bisa menjadi kaum inovator..karena sebagai kaum muda adalah kaum intelektual yang masih memiliki modal yang sangat berharga…yaitu idealisme yang tinggi… jadi marilah kita lebih menggunakan pemberian Tuhan yang sangat berharga kepada kita…yaitu OTAK…gunakan Otak kita untuk menciptakan suatu perubahan yang signifikan untuk kita dan orang lain… bukan begitu teman2…? (dan teman2 pun serentak menjawab) Bukaaaaaaaan…!!! Gedubrak…!!
    hanya masukan, sebaiknya jgn hanya menganalisis permasalahannya aj cho, tp sebisa mungkin kasih way Out yg persuasif biar bisa menginspirasi orang lain…

  7. The Boz said,

    Nice is very nice Co…..
    Mungkin kita bisa mengatasinya dengan berbagai cara :

    1. Hapuskan sinetron ganti dengan wayang kulit
    2. Hilangkan semua lagu-lagu cengeng ganti dengan Hardcore
    3. Cobie jadi presiden
    4. Ajib jadi Mahkamah Agung
    5. Niko jadi MPR
    6. Saya tetep jadi The BOZ he2…he2…. :)

    Just Kidding :)

    Salam Spektakuler

    The BOZ

  8. cobiegraph said,

    thanks buat comment dari mbak cemprutz…
    hehehe…

    keren mbak, punya cara penyampaian yang lucu tapi masih tetep dalam bahasan yang sama…
    hehehe…

    thanks a lot…

  9. cobiegraph said,

    Thanks buat comment dari mbak dita…
    sejujurnya saya juga masih bingung mw kasih solusi apa…
    tapi untuk artikel berikutnya, Saya usahakan minim ada 1 way out yang persuasif…
    dan dengan tidak memberi wayout yang terlalu banyak, saya mengharap bagi para pengunjung blog ini bisa memberikan way out menurut pandangan pengunjung blog ini…

    salam
    Andy Winarko

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.